Jakarta - Meeja Metro Update | Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi Partai Gerakan Rakyat dalam Rakernas yang digelar pada 18 Januari 2026. Keputusan ini diambil dengan visi utama mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur, serta mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon pemimpin nasional ke depan.
Sahrin Hamid, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, menegaskan bahwa langkah besar ini diambil untuk menjawab kondisi politik yang dinilai semakin menjauh dari rakyat. "Partai Gerakan Rakyat lahir sebagai jawaban atas kondisi politik saat ini yang cenderung elitis," katanya.
Keputusan transformasi menjadi partai politik diambil melalui mekanisme pemungutan suara elektronik (e-voting) yang melibatkan anggota di seluruh Indonesia. Hasilnya, 395 suara setuju mengalahkan 8 suara tidak setuju dari total 403 anggota yang memberi aspirasi.
Partai Gerakan Rakyat memiliki struktur kepengurusan yang lengkap, dengan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum, Muhammad Ridwan sebagai Sekretaris Jenderal, dan Anies Baswedan sebagai Ketua Dewan Pembina. Partai ini juga memiliki nilai-nilai yang dirangkum dalam "Panca Dharma": religius, nasionalis-kerakyatan, karsa kesatria, kasih sayang, dan integritas moral.
Partai Gerakan Rakyat optimis mampu memenuhi standar verifikasi parpol di Indonesia, yang mengharuskan struktur di 38 provinsi dan 75% daerah. Mereka siap membawa perubahan dan menawarkan alternatif bagi para pemilih yang mendambakan politik yang lebih inklusif, berdaulat, dan berpihak pada keadilan.
Dengan mengusung semangat anti-elitisme, kemandirian finansial, dan kearifan lokal, Partai Gerakan Rakyat siap menyegarkan kontestasi politik nasional. Mereka berharap dapat menjadi wadah inklusif yang menghargai perbedaan dan mengutamakan harmoni dalam keberagaman. (Wartaglobal.id)