Kaur | Meeja Media Update - Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, melaksanakan pagelaran seni budaya tari tradisional sangat meriah pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII (Bengkulu-Lampung) yang bertujuan untuk mendukung, memperkuat ekosistem kebudayaan serta mendorong pengembangan ekspresi budaya dari para penggerak budaya.
Meki Elyantoni, S.Pd, Perwakilan dari BPK Wilayah VII (Bengkulu-Lampung) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. "Program bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan praktik budaya di masyarakat," ujarnya.
Meki Elyantoni, S.Pd, juga menekankan pentingnya pelestarian kebudayaan bangsa. "Bantuan ini bukan hanya sebatas dukungan finansial, tetapi juga sebagai dorongan agar ekosistem kebudayaan dapat tumbuh dan berkembang, sehingga warisan budaya bangsa dapat terus lestari sekaligus memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Meki Elyantoni, S.Pd, juga menyaksikan penampilan tujuh tarian tradisional khas Desa Tanjung Baru, yaitu tari setangan, tari sasar, tari mabuk, tari adau-adau, tari kecik, tari selendang, dan tari pencak. Selain itu, juga ada pertunjukan ngerinik kuin, ingit-ingit, hingga hadra atau sederean.
Meki Elyantoni, S.Pd, berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perkembangan kebudayaan kita, serta menjadi langkah nyata dalam menjaga identitas dan jati diri bangsa. "Mari kita terus bersinergi, bekerja bersama, dan berkomitmen untuk menjadikan kebudayaan sebagai nafas pembangunan bangsa," pungkasnya.