category Kuliner
location_on Jabodetabek

DENG'É: Membawa Sate Bandeng Banten ke Panggung Nasional dan Internasional

M

Meeja Metro

edit Penulis

schedule 20 Januari 2026
visibility 99 views
favorite 0
share 0
1 / 2

Banten - Meeja Metro Update | Di tengah gempuran makanan modern, kuliner tradisional Indonesia perlahan tergeser karena kalah dalam standar, sistem, dan konsistensi. Namun, Fajar Satria Yudha (Dhaakazama) memilih menghidupkan kembali sate bandeng, kuliner ikonik Banten, dengan cara yang berbeda.

Jangan lupa kunjungi DENG'E kuliner Khas Banten yang beralamatkan Jalan Jayadiningrat No 22 Rt 002 Rw 06, Rumah Paling Belakang Lontar Baru (lobby P), KOTA SERANG, SERANG, BANTEN, ID, 42111. Bawa keluarga kalian ya kata Ka Fajar

DENG'É lahir dengan misi tegas: membuktikan bahwa kuliner Banten bisa tampil modern tanpa kehilangan identitas. Fajar tidak hanya mengejar tren sesaat, tapi membangun brand dari hal paling fundamental: integritas produk. DENG'É menegaskan komposisinya dengan jelas: 100% daging ikan bandeng asli tanpa campuran. Ujar Ka Fajar

Ini bukan sekadar kalimat marketing, tapi standar yang dipertaruhkan sejak awal. Fajar memahami bahwa di pasar modern, konsumen tidak hanya membeli rasa, tapi membeli keyakinan bahwa produk dibuat dengan niat dan tanggung jawab. DENG'É dirancang sebagai brand yang memadukan warisan rasa dan disiplin proses.

Dengan kontrol kualitas, pendekatan higienitas, dan pengemasan yang rapi serta elegan, sate bandeng tidak ditempatkan sebagai makanan yang hidup di ruang terbatas. DENG'É membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa bersaing di pasar modern dengan kualitas dan konsistensi.

DENG'É tidak hanya membawa sate bandeng ke panggung nasional, tapi juga internasional. Fajar membuktikan bahwa kuliner Banten bisa menjadi produk yang pantas untuk dibawa ke event, dijadikan oleh-oleh bernilai, dan masuk ke ekosistem pasar yang lebih luas.

Dengan semangat dan visi yang kuat, DENG'É terus bergerak maju, membawa sate bandeng khas Banten menjadi kebanggaan yang relevan di era modern. Ini bukan sekadar cerita, tapi bukti bahwa kuliner tradisional bisa menang dengan integritas dan konsistensi.

0 suka 99 kali dilihat

chat_bubble Komentar

Tulis Komentar

article Artikel Terkait