Kabupaten Kaur | Meeja Metro Update - Di bawah kepemimpinan Direktur Pelaksana BAZNAS Kaur Jhon Saputra, BAZNAS Kaur mulai bergerak lebih transformatif dalam menjawab persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Dengan dukungan penuh Bupati Kaur Gusril Pausi, BAZNAS Kaur kini diarahkan untuk tidak hanya menyalurkan, tetapi juga mengelola zakat secara strategis, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat penerima.
Bupati Kaur Gusril Pausi secara konsisten menegaskan bahwa zakat memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. "Zakat harus menjadi bagian dari solusi nyata terhadap persoalan sosial, khususnya kemiskinan ekstrem dan kerentanan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Direktur BAZNAS Kaur Jhon Saputra menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola zakat. "Zakat tidak boleh berhenti pada pola konsumtif, tetapi harus diarahkan pada pemberdayaan ekonomi mustahik secara berkelanjutan," katanya. Di bawah kepemimpinannya, BAZNAS Kaur mulai memprioritaskan program zakat produktif yang berbasis potensi lokal.
Sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan ekonomi keluarga menjadi fokus agar mustahik memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan bermartabat. Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas juga menjadi perhatian utama. Digitalisasi sistem pengelolaan zakat terus didorong agar publik dapat mengakses informasi secara terbuka.
BAZNAS Kaur juga memperkuat sosialisasi kesadaran zakat, baik di kalangan ASN maupun masyarakat umum. Pendekatan persuasif dan edukatif dipilih agar kesadaran berzakat tumbuh dari pemahaman, bukan sekadar imbauan formal.
Dengan arah baru ini, BAZNAS Kaur tidak hanya bergerak sebagai lembaga penyalur bantuan, tetapi sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mengangkat martabat masyarakat dan memperkuat keadilan sosial di Kabupaten Kaur. (JH)