category Pendidikan
location_on Jabodetabek

Dari 3T Aceh Singkil ke UI: Kisah Mahasiswi Keperawatan yang Bangkit dari Duka dan Keterbatasan

M

Meeja Metro

edit Penulis

schedule 16 Februari 2026
visibility 33 views
favorite 0
share 0
Dari 3T Aceh Singkil ke UI: Kisah Mahasiswi Keperawatan yang Bangkit dari Duka dan Keterbatasan

Jakarta - Meeja Metro Update | Seorang mahasiswi asal daerah 3T Aceh Singkil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan gemilang. Tumbuh di wilayah dengan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang terbatas, ia justru menempa tekad kuat untuk terus bermimpi dan berjuang. Perjalanan hidupnya kini membawanya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI).

Ketertarikannya memilih jurusan Ilmu Keperawatan berawal dari pengalaman pahit kehilangan kedua orang tua dalam rentang waktu satu tahun. Kepanikan dan ketidakpastian saat kondisi kesehatan orang tua memburuk membuatnya sering bertanya, mengapa penyakit bisa datang tiba-tiba dan bagaimana cara mencegahnya. Dari sanalah tumbuh tekad untuk mempelajari dunia kesehatan agar dapat membantu orang lain menjaga orang-orang yang mereka cintai.

Menjalani pendidikan tinggi dengan segala tantangannya bukan perkara mudah. Ia harus beradaptasi dengan ritme perkuliahan yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta lingkungan yang penuh persaingan. Namun alih-alih menyerah, ia menerapkan strategi sederhana tetapi efektif, yakni selalu menyelesaikan setiap tugas satu hari lebih awal dari tenggat waktu.

Disiplin dan konsistensi tersebut membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3,5 tahun, sebuah pencapaian yang menunjukkan kerja keras dan manajemen waktu yang baik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah batasan, melainkan titik awal untuk berlari lebih jauh.

Kesempatan melanjutkan pendidikan di UI melalui jalur afirmasi berbasis nilai rapor pun dimaknainya sebagai amanah besar. Bagi dirinya, itu bukan sekadar tiket masuk ke kampus impian, melainkan kepercayaan yang harus dijaga dan dibalas dengan prestasi serta pengabdian.

Kini, setelah menimba ilmu, ia bersiap kembali ke Aceh Singkil untuk mengabdi dan membawa manfaat bagi masyarakat di tanah kelahirannya. Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa dengan tekad, disiplin, dan keyakinan, keterbatasan geografis maupun fasilitas tidak akan pernah mampu membatasi masa depan. Rilis Universitas Indonesia (UI)

0 suka 33 kali dilihat

chat_bubble Komentar

Tulis Komentar

article Artikel Terkait