Kabupaten Kaur - Meeja Metro Update | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri resmi diluncurkan di SD Negeri 34 Kaur, Desa Batu Lungun, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Kamis (5/2/2026). Pada peluncuran ini, sebanyak 1.061 porsi makanan bergizi disalurkan kepada siswa sekolah, anak usia dini, dan balita di wilayah paling ujung Kabupaten Kaur.
Kegiatan launching dihadiri Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, SIK, MTr.Opsla bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kaur Ny. Daulika Alam, serta Asisten III Setda Kaur Ir. Herwan, M.Si yang mewakili Bupati Kaur. Kehadiran unsur Forkopimda dan jajaran OPD menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program pemenuhan gizi masyarakat.
Kapolres Kaur menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak dan generasi muda. Menurutnya, kecukupan gizi menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Selain itu, Kapolres juga menegaskan bahwa program MBG menjadi salah satu instrumen strategis dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Ia meminta seluruh jajaran Polres Kaur, khususnya di Kecamatan Nasal, untuk memastikan kualitas, keamanan, dan ketepatan distribusi makanan bergizi kepada seluruh penerima manfaat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Asisten III Setda Kaur Ir. Herwan, M.Si menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri yang dinilai sejalan dengan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Program ini disebut sebagai bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam melindungi generasi penerus bangsa.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Kaur Wijil Wilantikto menjelaskan bahwa SPPG Batu Lungun melayani 1.061 penerima manfaat dari berbagai satuan pendidikan dan posyandu. Dengan beroperasinya dapur MBG di Batu Lungun, jangkauan pelayanan gizi di Kabupaten Kaur semakin luas dan ke depan ditargetkan mampu melayani hingga 2.500 penerima manfaat.