KUDUS — Meeja Metro Update Tragedi keracunan massal mengguncang SMA Negeri 2 Kudus setelah ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai SPPG Purwosari, Rabu (28/1/2026). Insiden ini menjadi salah satu kasus keracunan sekolah terbesar yang terjadi di wilayah Kudus.
Gejala mulai muncul sekitar pukul 11.15 WIB, tidak lama setelah para siswa menyantap soto ayam suwir, nasi putih, tempe, dan taoge. Para korban mengeluhkan sakit perut hebat, mual, muntah, diare, hingga pusing, sehingga suasana sekolah mendadak berubah panik.
Data sementara mencatat sebanyak 600 orang terdampak dalam peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, 118 siswa dan guru harus dirawat di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan karena mengalami kondisi cukup serius dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Petugas medis, relawan, serta aparat pemerintah daerah dikerahkan untuk melakukan evakuasi cepat. Sementara itu, lokasi dapur dan sisa makanan MBG langsung diamankan, dan sampel makanan serta feses korban dikirim ke laboratorium untuk diuji guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
SPPG Purwosari sebagai pihak penyedia katering MBG telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak sekolah dan para korban. Mereka juga menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan dan pemulihan para siswa serta tenaga pendidik yang terdampak.
Kasus ini langsung memicu perhatian luas masyarakat dan menjadi sorotan terhadap sistem pengawasan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan audit dan evaluasi total terhadap seluruh mitra katering MBG agar keselamatan siswa benar-benar menjadi prioritas utama. Rilis (Liputan 6)